Course Content
Kelas Mulai Jadi IoT Engineer Hebat

Mengenal Mikrokontroller

Saat ini arsitektur IoT terus berkembang hingga sekarang yang banyak digunakan adalah IoT 7 Layer.

IoT 7 Layer
IoT 7 Layer

Mikrokontroller sagat berperan penting dalam layer “Physical Device & Controllers” dan “Connectivity”

Physical Devices dan Controllers

Layer Things terdiri dari perangkat titik akhir sistem IoT termasuk smart things dan perangkat seluler pintar (yaitu ponsel cerdas, tablet, Personal Digital Assistant [PDA], dll) untuk mengirim dan menerima informasi.

Connectivity

Layer konektivitas bertanggung jawab untuk transmisi data tepat waktu di dalam dan di antara smartthings level 1 dan di seluruh jaringan yang berbeda.

 

Perbedaan Mikrokontroller dengan Mikroprocessor

Mikrokontroller

Mikrokontroler adalah sebuah komputer kecil yang tersusun dari CPU, port Input/Output (I/O), memory, timer, port serial, port paralel, dan rangkaian pendukung lainnya dalam satu chip dan dirancang untuk melakukan tugas atau operasi tertentu dan dapat secara langsung menjalankan program karena memiliki Real Time Operating System (RTOS).

Mikroprocessor

Mikroprosesor adalah sebuah computer yang memiliki Central Processing Unit (CPU) dalam satu chip tersusun atas: Arithmetic and Logic Unit (ALU), register, bus control unit, instruction decoder, dan lain-lain. Tidak memiliki ROM, RAM, I/O, dan perangkat peripheral. Memerlukan tambahan komponen eksternal dan interkoneksi antar komponen. Mampu menjalankan berbagai sistem operasi seperti Linux, MacOS, Windows, iOS, dan sistem operasi lainnya.

8 Tahap Pemilihan Mikrokontroler

  1. Buatlah lembar spesifikasi teknis proyek anda. Pastikan anda membuat gambar rangkaian modul apa saja yang digunakan dan fitur apa saja yang
    dibutuhkan. Kemudian pastikan interface ada seperti SPI, I2C dsb.
  2. Pilih Arsitektur Mikrokontroler yang sesuai Princeton Von Neumann Architecture (Intel 8085, Zilog Z80)
    Harvard Architecture (ARM, AVR, PIC)
  3. Ukuran Bit (8,16,32,64)
    Pada mikrokontroler 8 bit misalnya terdapat 255 lokasi memori unik yang ditentukan oleh ukuran bit
    sedangkan pada mikrokontroler 32 bit terdapat 4.294.967.295 lokasi memori unik yang berarti
    semakin tinggi ukuran bit maka semakin tinggi jumlah unik lokasi memori yang tersedia untuk
    digunakan pada mikrokontroler.
  4. Pastikan interface yang dibutuhkan untuk menghubungkan modul anda ada pada mikrokontroler yang
    dipilih.
  5. Periksa jumlah I/O dan Tegangan Sumber Daya.
  6. Kebutuhan Memori
    Jumlah masing-masing memori yang dibutuhkan mungkin sulit untuk diperkirakan sampai digunakan,
    tetapi berdasarkan jumlah kerja yang diperlukan mikrokontroler, prediksi dapat dibuat. Perangkat
    memori yang disebutkan di atas membentuk data dan memori program mikrokontroler.
  7. Periksa ukuran package IC, Ketersediaan Chip dan Biaya.
  8. Dukungan dokumen komunitas online.

Sebelum klik Selesai/Lanjut, silakan bisa melakukan presensi disini