Course Content
Kelas Mulai Jadi IoT Engineer Hebat

IoT Firmware Engineer

Dalam materi sebelumnya Anda sudah mempelajari tentang Pengertian IoT Engineer, IoT Firmware Engineer, Peluang Kerja IoT Firmware Engineer, dan hal lainnya mengenai pekerjaan seorang IoT Firmware Engineer.

Seorang IoT Firmware Engineer pastinya akan banyak berhadapan dengan bahasa pemrograman yang mengkin sangat rumit bagi sebagian orang. Skill dalam memahami, merancang, dan menjalankan pemrograman yang benar harus dimiliki oleh seorang IoT Firmware Engineer.

Berikut ini merupakan skill-skill yang harus Anda kuasai untuk menjadi seorang “IoT Firmware Engineer” yang handal.

Bahasa C Arduino IDE

Bahasa C
Bahasa C

C adalah bahasa pemrograman prosedural. Terdapat fitur-fitur utama di bahasa C termasuk low-level akses ke memori, simple set of keywords, dan clean style, fitur-fitur ini membuat bahasa C cocok untuk pemrograman sistem seperti sistem operasi atau pengembangan compiler.

C adalah bahasa tingkat menengah. Bahasa tingkat menengah berada di antara bahasa tingkat rendah yang dimengerti oleh mesin dan bahasa tingkat tinggi yang dimengerti oleh manusia. Karena menjadi bahasa tingkat menengah, C mengurangi kesenjangan antara bahasa tingkat rendah dan tinggi. Bahasa C dapat digunakan untuk menulis sistem operasi serta dapat melakukan pemrograman di level aplikasi.

Mengapa menggunakan Bahasa C

C sangat cepat dalam waktu eksekusi. Program yang ditulis dan di-compile dalam bahasa C akan dieksekusi lebih cepat dibandingkan dengan bahasa pemrograman yang lain. Ini terjadi karena Bahasa C tidak memiliki overhead pemrosesan tambahan seperti garbage collection ataupun memory leaks, karena programmer harus mengurusi sendiri hal-hal tersebut.

Embedded Programming. C banyak digunakan dalam Embedded Programming. Embedded Programming disebut juga pemrograman microcontrollers, di mana program C justru digunakan untuk mengatur microcontrollers tersebut. Microcontrollers dan Embedded Programming sendiri banyak digunakan dalam Automotives, Robotics, Hardware, dll.

Oleh karena itu seorang Firmware Engineer harus menguasai betul bahasa pemrograman C karena sebagian besar dari proyek Internet of Things menggunakan bahasa ini.

MicroPython

MicorPython
MicorPython

MicroPython adalah python versi ringan yang memang ditujukan untuk mikrokontroler, sehingga banyak pustaka dan fungsi yang biasa ada pada Python tidak akan didukung untuk MicroPython, sehingga praktis tidak semua grammar dalam Python bisa diaplikasikan untuk MicroPython. Micro Python berjalan di atas Python board yang sudah dia rancang seminimal mungkin dengan mengintegrasikan processor ARM 32 bit, tepatnya ARM STM32F405 dengan clock 168MHz, flash memori 1MiB, dan 192KiB RAM. Python board tersebut sudah dilengkapi dengan slot kartu micro SD, dua buah tombol, 4 buah LED, dan 30 pin input/output, real-time clock, dan built-in accelerometer. Selain itu fitur USBnya memungkinkan kita untuk memprogram Python board sebagai perangkat antarmuka komputer kita seperti mouse, keyboard, game-pad dan lain-lain.

Python vs MicroPython

Python vs MicroPython
Python vs MicroPython

Berbeda dengan Python yang biasa ada pada komputer rumahan. MicroPython adalah python versi ringan yang memang ditujukan untuk mikrokontroler, sehingga banyak pustaka dan fungsi yang biasa ada pada Python tidak akan didukung untuk MicroPython, sehingga praktis tidak semua grammar dalam Python bisa diaplikasikan untuk MicroPython.

 

Kesimpulan

Sekarang Anda sudah mengetahui tentang skill-skill yang harus dimiliki oleh seorang IoT Firmware Engineer. Jika Anda tertarik untuk menjadi seorang IoT hardware engineer dan mempelajari skill-skill yang dibutuhkan, Anda bisa mengikuti kelas berikutnya “IoT Firmware Engineer” dengan klik link yang ada di bawah ini.


Sebelum klik Selesai/Lanjut, silakan bisa melakukan presensi disini